THE SILENT KILLER
Baru ini (7/03/2026) Indonesia kehilangan salah satu musisi
yang dikagumi oleh masyarakat luas. Vidi Aldiano meninggal setelah berjuang
lebih dari enam tahun melawan kanker ginjal stadium tiga yang awalnya
terdeteksi secara tidak sengaja saat memeriksakan suara yang hilang. Saat
pemeriksaan lanjutan ditemukan tumor sekitar 5 cm di ginjal kiri. Meskipun
sempat menjalani operasi dan pengobatan intensif, sel kanker kemudian menyebar
ke beberapa bagian tubuh (metastasis) sejak 2023 sehingga ia harus menjalani perawatan
rutin. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga akhirnya penyakit kanker ginjal
yang dideritanya menjadi penyebab kepergiannya.
Disclaimer: Pembahasan ini tidak dimaksudkan untuk mengaitkan atau menyimpulkan penyebab penyakit pada individu tertentu, melainkan sebagai bentuk edukasi kesehatan berbasis literatur.
KANKER GINJAL SEBAGAI SILENT KILLER
Kanker ginjal sering dijuluki sebagai silent killer karena jarang menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Gejala seperti munculnya darah dalam urine, rasa nyeri di pinggang, atau adanya benjolan biasanya baru terasa saat tumor sudah membesar atau mulai menyebar. Sifatnya yang tidak bergejala di fase awal membuat kanker ini sering terdeteksi secara tidak sengaja melalui pemeriksaan medis untuk penyakit lain, sehingga keterlambatan penanganan sering terjadi dan beresiko meningkatkan angka kematian.
PENYEBAB KANKER GINJAL
Penyebab kanker ginjal bersifat multifaktorial, namun sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Faktor utamanya adalah kebiasaan merokok dan obesitas. Selain itu, hipertensi, gagal ginjal kronis, paparan bahan kimia tertentu (seperti trikloroetilen), perubahan genetik (terutama mutasi pada gen VHL), serta faktor gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi risiko terjadinya penyakit ini (Pandey & Shed, 2024).
- Merokok
Merupakan faktor risiko terkuat
untuk karsinoma sel ginjal (RCC). Tidak hanya rokok, tetapi juga pipa dan
cerutu meningkatkan risiko. Zat karsinogen dalam asap tembakau dapat
menyebabkan kerusakan DNA sel ginjal sehingga memicu transformasi menjadi sel kanker.
- Obesitas
Obesitas, terutama pada wanita,
merupakan faktor risiko utama. Kelebihan jaringan lemak memicu perubahan
hormonal (seperti peningkatan estrogen dan insulin) serta peradangan kronis
yang dapat merangsang pertumbuhan sel abnormal pada ginjal.
- Hipertensi
Tekanan darah tinggi berkontribusi
terhadap kerusakan pembuluh darah ginjal dan perubahan lingkungan seluler,
sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya keganasan.
- Gagal ginjal kronis
Kondisi ini menyebabkan kerusakan
jaringan ginjal jangka panjang dan regenerasi sel yang terus-menerus, yang
dapat meningkatkan risiko mutasi dan perkembangan kanker.
- Paparan bahan kimia (trikloroetilen)
Paparan pekerjaan terhadap bahan
kimia tertentu, seperti trikloroetilen, dapat meningkatkan risiko kanker ginjal
karena sifatnya yang toksik dan karsinogenik terhadap sel ginjal.
- Mutasi gen VHL
Gen VHL berperan penting dalam
regulasi pertumbuhan pembuluh darah. Mutasi pada gen ini menyebabkan
peningkatan angiogenesis dan proliferasi sel, yang merupakan ciri khas
karsinoma sel jernih ginjal (clear cell RCC), baik sporadis maupun familial.
- Mutasi gen MET
Mutasi gen MET merupakan ciri khas
pada karsinoma papiler ginjal tipe familial. Gen ini berperan dalam pertumbuhan
dan diferensiasi sel, sehingga mutasinya menyebabkan proliferasi sel ginjal
yang tidak terkontrol.
- Faktor herediter (±4% kasus)
Sebagian kecil kanker ginjal
disebabkan oleh sindrom genetik langka, antara lain:
a. Sindrom Von Hippel-Lindau (VHL):
menyebabkan kista dan tumor di berbagai organ serta RCC bilateral multipel.
b. Leiomiomatosis herediter: ditandai
mutasi gen FH, berkaitan dengan tumor agresif dan metastasis dini.
c. Karsinoma papiler herediter: mutasi
gen MET, ditandai tumor papiler bilateral dan multipel.
d. Sindrom Birt-Hogg-Dubé: mutasi gen
BHD (folikulin), menyebabkan berbagai tipe tumor ginjal dan kelainan kulit.
e. Sklerosis tuberosa: mutasi gen TSC1/TSC2, menyebabkan angiomyolipoma dan RCC serta manifestasi di organ lain.
TANDA DAN GEJALA YANG SERING DIABAIKAN
- Infeksi Saluran Kemih (ISK) Berulang pada Pasien Lanjut Usia
Banyak pasien, terutama wanita
lansia, hanya didiagnosis dengan ISK berulang karena gejala kencing yang mirip.
Hal ini sering membuat dokter tidak melakukan pemeriksaan lanjutan untuk
mendeteksi kanker. (Zhou et al., 2023)
- Gejala yang Menyerupai Penyakit Batu Ginjal (Nefrolitiasis)
Kanker sering kali
"bersembunyi" di balik rasa sakit akibat batu ginjal kronis. Pasien
dan dokter cenderung hanya fokus pada penanganan batunya, sehingga keberadaan
tumor di bawahnya tidak terdeteksi. (Xie et al., 2026)
- Hematuria (Darah dalam Urine) yang Tidak Konsisten
Kencing
berdarah sering kali tidak terlihat secara kasat mata (mikroskopis) atau
hilang timbul. Karena tidak sakit dan tidak terus-menerus, pasien sering
menunda pemeriksaan ke dokter. (Rossi et al., 2022; Zhou et al., 2023)
- Gejala Penyakit Sistemik
(Demam & Berat Badan)
Adanya
demam tinggi yang tidak jelas penyebabnya, penurunan berat badan secara
tiba-tiba, serta kelelahan kronis sering dianggap sebagai tanda infeksi biasa
atau stres, padahal ini bisa merupakan tanda sistemik dari keganasan. (Xie et
al., 2026; Rossi et al., 2022)
- Kondisi Tanpa Gejala (Asimtomatik)
Pada
stadium awal, kanker ginjal sering kali sama sekali tidak menunjukkan gejala
fisik. Mayoritas kasus baru terdeteksi secara tidak sengaja saat pasien
melakukan USG atau CT scan untuk keluhan medis lain. (Rossi et al., 2022)
UPAYA PENCEGAHAN
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan
mengurangi dan mengendalikan berbagai faktor risiko yang berperan dalam
terjadinya penyakit ini.
- Tidak merokok,
dengan menghindari ataupun menghentikan kebiasaan merokok
- Menjaga berat badan ideal, melalui pola makan yang sehat (gizi seimbang dengan
mengonsumsi buah dan sayur, serta membatasi makanan tinggi lemak dan
makanan olahan) dan aktivitas fisik yang seimbang
- Mengontrol tekanan darah, dengan menerapkan gaya hidup sehat dan pengobatan
(bila diperlukan)
- Menjaga fungsi ginjal tetap optimal, dengan minum air yang cukup,
menghindari obat nefrotoksik tanpa indikasi, dan memantau penyakit ginjal
kronis
- Menghindari paparan zat berbahaya, jika di tempat kerja dengan
risiko tinggi bisa menggunakan alat pelindung diri
- Pemantauan kelompok yang berisiko, melalui pemeriksaan kesehatan
secara berkala
PERAN PEMERINTAH DAN INSTITUSI KESEHATAN
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang
Kesehatan, pemerintah dan institusi kesehatan memiliki peran dalam upaya
penanganan kesehatan. Hal ini tercermin apabila:
- Melakukan promosi kesehatan
Pemerintah dan institusi kesehatan
berperan dalam edukasi masyarakat mengenai kesehatan ginjal melalui penyuluhan,
kampanye kesehatan, dan media edukasi. Tujuannya mendorong masyarakat
menerapkan gaya hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi, mengurangi garam,
berhenti merokok, serta rutin berolahraga untuk menurunkan risiko penyakit
ginjal dan kanker ginjal.
- Melaksanakan program deteksi dini
Deteksi dini kanker ginjal dapat
dilakukan melalui pemeriksaan fungsi ginjal dengan tes darah dan urin untuk
melihat kadar kreatinin, ureum, serta kemungkinan adanya darah dalam urin.
Selain itu, USG ginjal digunakan untuk mendeteksi tumor, dan jika diperlukan CT
scan atau MRI untuk memastikan kondisi serta penyebaran tumor.
- Mengendalikan faktor risiko penyakit ginjal
Pemerintah memiliki peran penting dalam membuat program pencegahan yang menargetkan faktor risiko utama penyakit ginjal, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan pola hidup tidak sehat. Pengendalian faktor risiko ini dapat menurunkan kejadian penyakit ginjal yang dapat berkembang menjadi kondisi serius termasuk kanker ginjal.
Kajian strategis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kanker ginjal sebagai penyakit yang bersifat multifaktorial, serta mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat. Pembahasan ini disusun dengan pendekatan edukatif tanpa mengaitkan kondisi individu tertentu sebagai bentuk penyebab, melainkan sebagai momentum untuk memperluas literasi kesehatan masyarakat.
REFERENSI
Alcala K, Zahed H, Cortez Cardoso Penha R, Alcala N, Robbins HA, Smith-Byrne K, Martin RM, Muller DC, Brennan P, Johansson M. (2023). Kidney Function and Risk of Renal Cell Carcinoma. Cancer Epidemiol Biomarkers, 1;32(11):1644-1650. doi: 10.1158/1055-9965.EPI-23-0558. PMID: 37668600; PMCID: PMC10618735.
Ambarwati, R., & Wahyunti, Y. (2025). Peningkatan
Pengetahuan Remaja Tentang Menjaga Kesehatan Ginjal. BUDIMAS: Jurnal
Pengabdian Masyarakat.
Arriyani, F., & Wahyono, T. (2022). Faktor Risiko
Penyakit Ginjal Kronis pada Kelompok Usia Dewasa. Media Publikasi Promosi
Kesehatan Indonesia.
CNN Indonesia. (2026). 5 Fakta Vidi Aldiano Meninggal
Dunia. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260308071742-234-1335491/5-fakta-vidi-aldiano-meninggal-dunia
Fitraneti, E., et al. (2025). Penyuluhan Kesehatan dalam
Rangka Hari Ginjal Sedunia: Deteksi Dini Menjaga Kesehatan Ginjal. Jurnal
Pengabdian Masyarakat Kesehatan.
Makino T,
Kadomoto S, Izumi K, Mizokami A. (2022). Epidemiology and Prevention of Renal
Cell Carcinoma. Cancers (Basel). 22;14(16):4059. doi:
10.3390/cancers14164059. PMID: 36011051; PMCID: PMC9406474.
Pandey J, Syed W. Renal Cancer. (2024). In: StatPearls
[Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558975/
Rossi, S. H., Tanaka, H., Usher-Smith, J. A., Bernhard,
J.-C., Fujii, Y., & Stewart, G. D. (2022). 2022 WUOF/SIU International
consultation on urological diseases: Kidney cancer screening and epidemiology. Société
Internationale d’Urologie Journal, 3(6), 371–385. https://doi.org/10.48083/XBCX3386
Xie, Y., Sun, Y., Yang, X., Che, X., Li, F., Wang, Y., &
Cao, X. (2026). Case Report: A rare case of intestinal and mucinous-type renal
pelvis adenocarcinoma masked by complex renal calculi: A diagnostic dilemma and
therapeutic challenge. Frontiers in Oncology, 16, Artikel
1698768. https://doi.org/10.3389/fonc.2026.1698768
Zhou, Y., Singh, H., Hamilton, W., Archer, S., Tan, S.,
Brimicombe, J., Lyratzopoulos, G., & Walter, F. M. (2023). Identifying
targets for improving the diagnostic process of patients with possible bladder
and kidney cancer: A mixed-methods study. British Journal of General
Practice. Advance online publication. https://doi.org/10.3399/BJGP.2022.0602