SIAPA YANG SEHARUSNYA MELEK POLITIK?
Banyak orang kecewa, marah, bahkan benci pada hasil kebijakan, tetapi abai terhadap proses yang melahirkannya.
Politik kerap dianggap jauh, rumit, atau "bukan urusan saya". Padahal setiap keputusan politik berdampak langsung pada setiap aspek kehidupan.
Pengalaman politik sehari-hari bahkan berpengaruh pada bagaimana generasi muda memahami dan terhubung dengan isu politik, menggabungkan pengalaman kehidupan pribadi mereka dengan orientasi politik dan cita-cita partisipasi.
MAKA, SIAPA SAJA YANG PERLU MELEK POLITIK?
- Seluruh Warga NegaraSemua warga negara perlu melek politik, karena dapat mendorong partisipasi yang sehat dalam sistem demokrasi. Contoh: ikut memilih dan mengawal kebijakan publik yang dibuat oleh DPR.
- Pemilih Pemula dan Generasi MudaSemakin tinggi literasi politik, semakin besar kemungkinan mereka berpartisipasi secara benar dan sadar dalam pemilu dan pengambilan keputusan publik.\
- Calon Pemimpin dan PemimpinOrang-orang yang berada dalam posisi kepemimpinan lokal, seperti organisasi pemuda atau calon pejabat, perlu melek politik karena mereka memainkan peran dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan menerjemahkan kebutuhan publik ke dalam kebijakan nyata.
PERAN POLITIK DALAM DUNIA KESEHATAN
Menurut (Nurhayati dkk, 2025) dalam Journal of Social Science Research, beberapa peran politik dalam dunia kesehatan adalah sebagai berikut
- Menentukan kebijakan kesehatan yang mengatur sistem pelayanan kesehatan, pembiayaan, serta pengelolaan sumber daya dalam sektor kesehatan.
- Mengatur perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan seperti pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.
- Mengalokasikan sumber daya kesehatan, termasuk tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, serta pendanaan program kesehatan.
- Mengkoordinasikan berbagai aktor dalam sistem kesehatan, seperti pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan lembaga penelitian.
- Menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat, misalnya penanggulangan penyakit, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan lingkungan.
- Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan kesehatan agar program kesehatan berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Melek politik bukan hanya menjadi kepentingan para politikus atau pejabat serta pemimpin tinggi dalam suatu instansi atau negara, melainkan menjadi kepentingan bersama sebagai bentuk partisipasi secara sadar, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi"
- ADVOKESMA BEM FK UNESA -
REFERENSI
Andrean Mardohar Sitanggang , J., Amanda Sabrina, N. ., & Hartati, R. (2024). Assessing Political Literacy Among University Students in Interpreting International News. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 2(1), 514–522. https://doi.org/10.32672/mister.v2i1.2479
Khairunnisa, K., Jumaidi, J., & Noorrahman, M. F. (2025). Pengaruh tingkat melek politik terhadap partisipasi masyarakat dalam pemilukada di kabupaten hulu sungai utara kecamatan amuntai tengah. Jurnal MSDM Manajemen Sumber Daya Manusia, 2(1), 605-614.
Nurhayati, N., Telaumbanua, N., Daeli, L. J. H., Agustin, D., Khairunisa, S. S., Aulia, J., & Syifaurridha, N. (2025). Masalah Kebijakan Kesehatan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 45-55.
University and Political Awareness among Students: A Study in the Role of University in Promoting Political Awareness. (2021). Journal of Educational and Social Research, 11(2), 204. https://doi.org/10.36941/jesr-2021-0041
Van Cauwenberge, A., Swart, J., & Broersma, M. (2025). Making sense of politics: how affective dispositions and everyday experiences connect young people with the political. Journal of Youth Studies, 28(8), 1333–1349. https://doi.org/10.1080/13676261.2024.2359118